butir hujan merintik dalam sepiku..
aku tau pasti ada..
sebuah mendung kelabu
dimana kau melintas riang
dibumi sendiriku…
aku selalu menunggu
hingga daun-daun meranggas
dimusim pilu..
menunggu sedikit siluetmu menggores pelangi
dikisah kelam ini..
menari..
bersama lembayung senja..
menyisakan
embun menjelang pagi..
kekasih..,,
padamu rupa warna bahagia menepi..
membias dijemarimu..
aku mungkin hanya buih
yg memecah dilautan..
atau hanya kristal-kristal
sisa hujan yg membeku dihatimu..
tapi selalu…,,
dalam jiwaku..
kaulah musim hujan terindah
yg selalu aku tunggu
dalam mendung ini…
butir hujan merintik dalam sepiku..
aku tau pasti ada..
sebuah mendung kelabu
dimana kau melintas riang
dibumi sendiriku…
aku selalu menunggu
hingga daun-daun meranggas
dimusim pilu..
menunggu sedikit siluetmu menggores pelangi
dikisah kelam ini..
menari..
bersama lembayung senja..
menyisakan
embun menjelang pagi..
kekasih..,,
padamu rupa warna bahagia menepi..
membias dijemarimu..
aku mungkin hanya buih
yg memecah dilautan..
atau hanya kristal-kristal
sisa hujan yg membeku dihatimu..
tapi selalu…,,
dalam jiwaku..
kaulah musim hujan terindah
yg selalu aku tunggu
dalam mendung ini…
Aku sedih…
Maka aku menangis…
Jangan Marahi aku…
Aku kan masih anak kecil…
Aku jatuh cinta padamu…
Lalu kau bilang aku gadis kecil..
Maka akupun bertingkah begitu..
Menjadi kanak2 kembali ketika bersamamu..
Tapi Perasaan ini dewasa sayang…,,
Tumbuh terus menerus dihatiku..Lalu jangan kekang aku seperti anak kecil..
Aku tidak ingin jadi bocah dihadapanmu..
Kalau pun jadi hujan..,,
Aku tidak ingin jadi gerimis…
aku ingin jadi hujan
yg paling deras dihatimu….
Yg paling bebas…
yg turun kebumi tanpa kekangan…
Gadis kecil km bilang..??
ya sudah…,,kalau begitu jangan ajak aku bermain api..
Aku kan masih kecil..
Ajak aku main hujan saja..
tertawa dan berlarian dalam derasnya…
Aku jatuh cinta padamu…
Lalu kau bilang aku perayu..
merangkai kata-kata bohongan..
Aku kan masih kecil..
Mana pandai aku berbohong..
Selalu aku pendam perasaan ini..
karena anak kecil tidak boleh ucap cinta duluan..
karena anak kecil tidak boleh rindu..
karena anak kecil tidak boleh ini..
tidak boleh itu..
Karena anak kecil itu..aku..
Lihatlah
awan-awan kelabu
yang menghitam
dikaca-kaca langit..
Bergumul
mencipta
hujan paling melankolis..,,
lalu menderas dihatimu…
Kau selalu
berkisah
tentang elegi
dalam tiap fragmen musim hujan..
Pada sebuah perjalanan
tanpa ujung
yang hadirkan kita
sbgai tokoh utama…
Kau selalu bercerita
seperti tengah berada
dalam dimensi lain..
Dan aku selalu gembira
dengan segala kisah itu…
Melihat matamu
yang berkilauan
saat kau senang,,
aku merasa
seperti kanak-kanak kembali…,
Menemukan diriku
meluncur bersama
warna-warni pelangi
diretinamu…
Ah..,,betapa kronis molekul2 kebahagiaan merangkulku saat itu..
Sadar itu tak lama
aku membunuh kenyataan
terlalu cepat..
Skrg justru jadi luka
yg tak pernah bisa kusembuhkan…
Kini betapa ak tau
rasanya
menghitung hari
dengan jemari rindu..
Dan sepi
selalu saja memainkan
ritme kesedihan konyol ditelingaku..
Memutar kisah hitam putih itu berkali-kali..
Kita yang berlari…
Kita yang tertawa…
Kita yang bahagia…
Sayang,,
Aku SAKIT JIWA
dengan semua itu..
Lihatlah
awan-awan kelabu
yang menghitam
dikaca-kaca langit..
Bergumul
mencipta
hujan paling melankolis..,,
lalu menderas dihatimu…
Kau selalu
berkisah
tentang elegi
dalam tiap fragmen musim hujan..
Pada sebuah perjalanan
tanpa ujung
yang hadirkan kita
sbgai tokoh utama…
Kau selalu bercerita
seperti tengah berada
dalam dimensi lain..
Dan aku selalu gembira
dengan segala kisah itu…
Melihat matamu
yang berkilauan
saat kau senang,,
aku merasa
seperti kanak-kanak kembali…,
Menemukan diriku
meluncur bersama
warna-warni pelangi
diretinamu…
Ah..,,betapa kronis molekul2 kebahagiaan merangkulku saat itu..
Sadar itu tak lama
aku membunuh kenyataan
terlalu cepat..
Skrg justru jadi luka
yg tak pernah bisa kusembuhkan…
Kini betapa ak tau
rasanya
menghitung hari
dengan jemari rindu..
Dan sepi
selalu saja memainkan
ritme kesedihan konyol ditelingaku..
Memutar kisah hitam putih itu berkali-kali..
Kita yang berlari…
Kita yang tertawa…
Kita yang bahagia…
Sayang,,
Aku SAKIT JIWA
dengan semua itu..
Diruang kelabu ini,
pertama kali kudengar suara instrumen yang menginjeksi berjuta perasaan…
menghadirkan melodi bianglala sepi musim hujan…
berbisik-bisik tentang kesendirian..
bercerita tentang seorang gadis frustasi dengan purnama berdarah dihatinya..
Diruang kelabu ini..,,Alunan nada dari not-not paling melankolis telah menhipnotisku untuk menari..
menari cumbui keraguan yang pekatkan dinding-dinding beku hatimu..
menari dengan imaginasi tersayat..
menyapa kecewa…
menyambung rindu-rindu patah..
melakukan putaran demi putaran kecemasan untuk keringkan air mata yang tak mau berhenti..
dalam tarian musim hujan ini..,
akulah ballerina peminum racun jingga diakhir pementasan..
sebab mengenang hari penuh sumpah serapah..
dimana dunia meludahi jiwa tak berpunya..
dalam langkah-langkah kecil nelangsa..,,
akulah gelatik patah sayap
yang terkapar dalam sebuah kisah luka diujung desember…
terdampar dibumi hilang..
dan aku akan terus begini…,,
menari disebuah ruang kelabu..,
berjingkat-jingkat melintasi waktu dengan satu putaran kecemasan..
melangkahi awan-awan…
Hanya bayangmu sekelebat mengabur dalam sejuta peristiwa..
Melintasi sepi sambil tersenyum..
Mengecup mesra hati luka..
Berdansa bersama waktu…
Kau selalu lihai mengambil alih seluruh pikiran..
Menerbangkan kepingan angan yg sempat tenggelam..
Sayang,,,aku ingin berlari padamu…
Memelukmu dalam diam..
melekatkan satu jari kebibir bekumu..
Agar jangan ada Tanya..
Jangan ada desah cemas..
Rangkul saja seluruh rindu yang tumpah kebajumu….
Miss u beib..
kenapa hanya aku yang dengar suara-suara ketakutan?
kenapa hanya aku yang merasa sesuatu yang tidak nyaman ini..?
kenapa cuma aku yang tersesat dilabirin yang kubuat sendiri..?
kenapa cuma aku yang menari dipentas sepi..?
kenapa cuma aku yang berdarah..?
kenapa hanya aku yang terjatuh..?
hanya…
ketika melihatmu berdiri ditaman itu..
aku jadi benci kemarin..
aku benci pula hari ini…
dan aku takut esok hari..
Ada seseorang yang merobek-robek sebuah pagi tenang dimimpiku..
Menelannya bulat-bulat..,,dan memuntahkannya tanpa rasa iba..
Bayangkan, ketika terbangun ,yang kutemukan hanyalah matahari menyala-nyala seperti kobaran api diatas kepalaku..